Asal-Usul Kubah Masjid

Kubah merupakan arsitektur yang digunakan dalam bangunan masjid. Kubah ada yang berbentuk setengah lingkaran ada yang berbentuk kerucut serta ada yang berbentuk piringan. Di Indonesia sendiri kubah mulai dikenal pada abad ke-19 masehi, sedangkan di pulau jawa sendiri baru dikenal pada pertengahan abad 20 masehi. Kubah sendiri bukan berasal dari arsitektur islam atau kubah tidak murni berasal dari agama islam. Kubah mulai diperkenalkan pada masjid yang ada di kota Yerussalem, selanjutnya kubah mulai digunakan untuk penutup pada bangunan masjid sebagai penanda keberadaan bangunan masjid. Pada zaman para nabi, sebelumnya kubah belum dikenal. Arsitektur masjid awalnya hanya berbentuk segi empat dan dinding digunakan sebagai pembatas sekelilingnya. Seiring dengan berkembanhnya zaman arsitektur kubah mulai muncul sebagai penutup masjid, masjid pertama  yang menerapkan arsitektur ini adalah masjid Qubbat as Sakhrah yang berada di Yerussalem yang menggunakan kubah masjid,dan  kini kubah sudah menjadi arsitektur bagunan masjid yang sangat penting. Tidak mengherankan jika bentuk dari kubah di berbagai dunia berbeda karena kubah yang mereka bangun sesuai dengan budaya masyarakat muslim yang ada pada suatu daerah tersebut.

Sejarah Kubah Masjid

Banyak sekali orang menganggap bahwa kubah merupakan warisan asli dari budaya islam, namun itu semua hanyalah asumsi yang keliru, karena dulunya kubah tidak digunakan pada tempat peribadatan umat islam, melainkan kubah digunakan untuk dekorasi eksterior bangunan bergedung hingga tempat peribadatan kaum non-muslim juga menggunakan kubah. Kubah juga sudah dikenal oleh masyarakat zaman dahulu sekitaran 6000 tahun yang lalu kubah sudah dikenal. Selain itu juga ada yang meperkirakan bahwa pada zaman Roma kubah juga sudah dikenal sekitaran 100 tahun yang lalu, hal tersebut diketahui ketika ada bekas bangunan kuna yaitu sebuah kuil yang menggunakan eksterior berupa kubah dibagian atasnya dan sangat mirip dengan bangunan masjid pada saat ini. Kemunculan kubah, selanjutnya dialih fungsikan dan digunakan sebagai penutup masjid. Hal ini yang membuat bahwa kubah masjid bermulai dari peradapan kebudayaan islam. Pada masa kekuasaan khalifah Abdul Malik  pada tahun 685-668 masehi , muncullah sebuah bangunan yang bernama Dome Of The Rock atau disebut kubah batu. Selanjutnya kubah tersebut dinyatakan secara resmi. Setelah peristiwa itu perkembangan kubah semakin  pesat serta kubah juga digunakan pada beberapa bangunan masjid. Hampir semua kebudayaan mengenal kubah dan dari masa ke masa bentuk dari kubah berbeda-beda.

Fungsi kubah pada masjid

Masjid merupakan tempat untuk beribadah umat islam, selain itu masjid juga digunakan untuk kegiatan islami seperti pengajian. Kata masjid berasal dari bahasa arab yang berarti sujud atau menyembah. Masjid yang pertama kali dibangun oleh nabi Muhammad adalah masjid nabawi.  Masjid akan terlihat lebih megah apabila memiliki kubah. Selain itu kubah berfungsi untuk membuat orang mengenali bangunan masjid yang ada di suatu daerah.  Sebagai salah satu arsitektur yang ada pada masjid, kubah juga digunakan untuk penanda arah kiblat. Kubah sendiri juga memiliki motif yang akan menambah kesan bagus nan indah. Macam-macam motif yang diberikan juga banyak sekali, namun dalam penataan motif pada kubah masjid ini harus memperhatikan pola dari motif tersebut agar memberikan kesan yang elegan dan indah, selain itu dapat menarik pandangan dari orang lain dan akan membuat orang ingin beribadh didalam masjid tersebut. Selain itu, semakin motif yang akan digunakan entukan membutuhkan biaya bukan. Harga dari motif tersebut juga bermacam-macam tergantung selera dari konsumennya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *